kubuka pesan lama
aku tersenyum tipis
tapi bermakna, mendalam
hingga menyentuh setiap urat dalam tubuhku
kiriman ini
kata-kata ini laksana es dalam dahagaku
laksana terang dalam gelapku
laksana mata air dalam gurun pasir
laksana oksigen dalam ruang angkasa
itu hanya kata-katamu
hanya kata-katamu
apalagi kamu
bagaimana mata ini harus memandang saat kau dihadapan?
apa yg harus aku lontarkan saat kau bicara padaku?
semua teraasa sangat kaku
saat ada kamu
kaku namun melunglaikan hatiku
hay ..
kau adalah pengendali udaraku
tanpa kau bagaimana aku bernafas
nafasku kini kau bawa
bagaimana aku hidup sekarang?
segera kembalilah..
aku menunggumu sekarang..
kembalilah..
kembalikan nafasku..
dan ajari aku bernafas tanpamu.........
Melupakan
19.22 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar